Ibu harus kuat, ibu harus tegar dan nggak boleh capek apalagi sakit. Benar sih…tuntutan seorang ibu memang seabrek, sampai kesannya ibu itu harus jadi wonder woman yang kuat nan bijaksana. Padahal, ibu juga perempuan dan manusia biasa yang kadang bisa capek, sedih, galau dan merindukan hal-hal remeh saat dia masih gadis atau baru jadi pengantin baru. Bukannya nggak bersyukur punya anak lo, tapi ini lo 7 hal yang sebenarnya diam-diam dirindukan para ibu setelah punya anak :’)
ADVERTISEMENTS
1. Ibu kangen punya me time, leyeh-leyeh seharian main handphone atau maraton nonton film atau drama kesukaan tanpa dengar suara rengekan anak (terus merasa bersalah, karena me time)
Kangen lo, diam-diam… via www.pexels.com
ADVERTISEMENTS
2. Ibu kangen jajan ‘sembarangan’. Yes, micin for lyfe! Sementara setelah punya anak, harus kasih asupan yang bergizi dan kasih contoh yang baik ke anak-anak
Makan junkfood sesuka hati >,< via www.pexels.com
ADVERTISEMENTS
3. Mandi dengan tenang tanpa berhalusinasi dengar suara rengekan atau tangis anak. Sampai bolak-balik matiin keran hanya untuk memastikan~
Mandi dengan tenang~ via www.pexels.com
ADVERTISEMENTS
4. Bentuk tubuh sebelum punya anak. Ya syukur-syukur kalau langsung balik habis kasih ASI eksklusif. Kalau nggak kan, tahu sendiri lah rasanya~
Meski apapun bentuknya, tubuhmu luar biasa! via www.shape.com
ADVERTISEMENTS
5. Kangen deh rasanya bisa pergi keluar rumah berjam-jam bersama suami, tanpa merasa bersalah karena meninggalkan si kecil di rumah
Jalan-jalan bebas rasa bersalah~ via www.pexels.com
ADVERTISEMENTS
6. Siapa yang nggak merindukan tidur malam bebas hambatan? Duh, surga sih ini!
Tidur nyenyak berjam-jam via www.pexels.com
7. Bebas membeli barang-barang pribadi untuk diri sendiri tanpa memikirkan kebutuhan si bayi yang seolah nggak ada habisnya
Beli, beli, beli via www.pexels.com
Banyak yang dirindukan? Iya! Menyesal jadi ibu? Jelas nggak. Kita para ibu adalah manusia, yang juga punya keinginan pribadi. Tapi mendapatkan si kecil, our little precious one adalah lebih dari sekadar anugerah sehingga sudah merelakan dengan sepenuh hati semua kerinduan itu tanpa beban, hingga jadi hanyalah sebatas omongan. Toh pada akhirnya, semua pengorbananmu sepadan untuk si kecil yang menakjubkan. Setuju?