Liburan itu tidak harus selalu direncanakan. Sebelumnya tidak pernah terbayang dalam pikiran saya untuk menjelajah belahan Timur Indonesia tanpa persiapan yang matang, karena saya tidak terlalu mengenal destinasi wisata yang bisa dituju selain Flores dengan Kepulauan Komodonya dan Papua dengan Kepulauan Raja Ampatnya. Hingga suatu hari tunangan saya mendadak mengajak berlibur ke Kupang karena ada kerabatnya yang tinggal disana. Malamnya saya langsung memesan tiket pesawat tujuan Jakarta-Kupang untuk jadwal keberangkatan besok pagi, sambil bertanya-tanya dalam hati tentang apa saja yang bisa dilakukan disana. Inilah sekilas sorotan mengenai perjalanan kami ke Kupang dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur di tahun 2015.
Ikan kuah asam yang wajib dicoba via http://i999.photobucket.com
Sempatkanlah dirimu untuk menjajal kuliner lokal saat bertandang ke suatu daerah. Inilah hal yang pertama kami lakukan setelah menginjakkan kaki di tanah Kupang. Selepas menjemput kami di bandara, paman dari tunangan saya mengajak kami makan siang di salah satu tempat makan di dekat Pelabuhan Tenau. Kami memesan ikan kuah asam dan ikan asap yang disajikan bersama nasi putih dan sambal. Tidak heran jika tempat makan ini sangat populer dan selalu didatangi banyak pengunjung tiap harinya, karena daging ikan kuah asamnya sangat empuk dan makin nikmat dimakan bila dikombinasikan dengan ikan asap beserta sambalnya, dijamin bikin ketagihan terlebih lagi dengan harga yang tidak terlalu mahal!
<>2. Bermain air di Gua Kristal yang tersembunyi>Segarnya bermain Air di Gua Kristal via http://i999.photobucket.com
Seusai makan siang, kami sempat mampir untuk berfoto di pinggir jalan bersama monyet-monyet yang ada di kawasan Gua Monyet sebelum melanjutkan perjalanan ke Gua Kristal. Lokasi Gua Kristal tidak memiliki petunjuk yang jelas, beruntung kami bisa diantar oleh supir paman tunangan saya yang memang orang asli Kupang sehingga kami bisa cepat menemukan lokasi gua tersebut. Banyak anak kecil yang menyambut kami setibanya di mulut gua karena mereka memang biasa bermain air di gua tersebut. Medan untuk menuju ke kolam air yang terletak di bawah mulut gua cukup terjal dan gelap, tapi kami merasa tertantang untuk turun ke bawah karena memang tujuan kami adalah bermain air di Gua Kristal. Sayang sekali kami datang agak kesiangan sehingga sinar matahari tidak terlalu masuk sampai ke kolam air, padahal airnya sangat jernih dan dingin menyegarkan.
<>3. Melihat proses produksi tenun ikat dan souvenir khas Kupang>Belajar cara menenun ikat via http://i999.photobucket.com
Puas bermain air di Gua Kristal, kami berkunjung ke salah satu tempat produksi tenun ikat yang merupakan salah satu souvenir paling diminati di Kupang. Tenun ikat adalah kain yang ditenun dari helaian benang pakan dan lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami lalu ditenun. Terlihat para pekerja sangat fokus melakukan tugasnya masing-masing, seperti membuat benang dari kapas, mencetak motif, mencelupkan benang ke dalam zat pewarna alami, hingga menenun. Di toko souvenir, kami melihat berbagai pilihan kain tenun dalam motif yang berbeda-beda dari setiap wilayah Nusa Tenggara Timur, ada juga pakaian jadi, tas, sandal, dan kerajinan dari tenun lainnya. Kami juga melihat Sasando, alat musik tradisional Rote dan juga topi khas Rote yaitu Ti'i Langga.
<>4. Menikmati pemandangan laut dan berfoto romantis di Chapel Subasuka>Cantiknya pemandangan di Chapel Subasuka via http://i999.photobucket.com
Sambil menanti sunset, kami berjalan mengitari Subasuka untuk menikmati pemandangan laut di pesisir pantai Pasir Panjang. Saat itu sedang ada pesta pernikahan sehingga banyak dekorasi manis di sekitar Subasuka, kami pun tergoda untuk berfoto di chapel cantik yang ada disana, sungguh sangat romantis!
<>5. Mengabadikan warna-warni batu di Pantai Kolbano>Berjemur di antara bebatuan Pantai Kolbano via http://i999.photobucket.com
Menempuh Pantai Kolbano dari kota Kupang membutuhkan waktu sekitar tiga jam berkendara. Meski cukup jauh, perasaan lelah kami terobati begitu sampai disana. Panorama pantai dengan hamparan batu warna-warni berpadu dengan air lautnya yang bergradasi biru muda hingga biru tua membuat kami takjub. Kami pun segera membidikkan kamera untuk mengabadikannya. Suasana Pantai Kolbano sangat sepi sehingga kami semakin leluasa berfoto, bermain batu warna-warni, serta berjemur melepas lelah setelah berkeliling pantai.
<>6. Mengunjungi pantai di Taman Wisata Oetune>Menikmati Pantai Oetune dari atas pohon via http://i999.photobucket.com
Taman Wisata Oetune terletak satu arah dengan Pantai Kolbano sehingga kami pun mampir kesana. Banyak pohon lontar dan pohon casuarina equisetifolia di sekeliling taman wisata tersebut sehingga menjadikan suasananya terasa lebih rindang dibandingkan Pantai Kolbano yang terasa panas dan gersang. Taman Wisata Oetune memiliki pantai yang landai dengan pasir putih kekuningan, sambil menikmati pemandangan tersebut kami memesan air kelapa muda yang dijajakan anak-anak muda setempat untuk menghilangkan rasa haus yang mulai menyerang. Sepulangnya dari sana, kami berkunjung ke salah satu rumah adat khas Nusa Tenggara Timur yang disebut Lopo sekaligus berinteraksi dengan warga setempat.
<>7. Bertualang di pantai-pantai eksotis sepanjang Pulau Rote>Eksotisme Pantai Goa Dengka via http://i999.photobucket.com
Ide menjelajahi Pulau Rote tercetus begitu saja setelah kami mendengar bahwa ada ferry cepat yang hanya memakan waktu dua jam untuk menuju kesana. Kami berangkat dari Pelabuhan Tenau untuk menyeberang menuju Pelabuhan Ba'a yang ada di Pulau Rote. Setibanya disana, kami sudah dijemput supir mobil yang kami sewa untuk mengelilingi Pulau Rote seharian. Destinasi pertama kami adalah Pantai Nemberala dan Pantai Boa yang terkenal akan ombaknya yang mengundang para peselancar dunia untuk berkunjung kesana.
Destinasi selanjutnya adalah Pantai Goa Dengka yang harus melewati sebuah gua untuk menuju pantainya. Pantai ini memiliki pasir putih dan dikelilingi batu-batu karang yang membuatnya terlihat masih sangat alami. Selain tiga pantai tersebut, kami juga sempat singgah di tiga pantai tersembunyi lain yang tidak diketahui namanya. Supir kami juga bilang bahwa sebenarnya masih banyak pantai tanpa nama yang menyebar di sepanjang Kabupaten Rote Ndao dan semua pantai itu menawarkan pemandangan indah menawan dan eksotisme tersendiri.
<>8. Berburu sunset di Bukit Termanu>Bukit Termanu dengan pemandangan savananya via http://i999.photobucket.com
Bukit Termanu adalah bukit batu di pinggir pantai yang membentuk tanjung dan menyajikan pemandangan savana dengan sapi dan kerbau yang berkeliaran memakan rumput, sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat mengejar sunset. Seperti umumnya pantai-pantai di sepanjang Pulau Rote, kawasan ini pun sangat sepi. Hamparan pasir pantai yang putih dikombinasikan dengan birunya laut serta bukit-bukit yang menghijau membuat kami betah berlama-lama disana sampai matahari pun terbenam.
<>9. Melihat panorama Pulau Rote dari atas mercusuar Pelabuhan Ba'a>Mengagumi indahnya Pulau Rote dari atas mercusuar via http://i999.photobucket.com
Sebelum kembali ke Kupang, kami sempat naik ke atas mercusuar yang ada di Pelabuhan Ba'a. Setelah dibolehkan naik oleh petugas mercusuar, kami pun mulai meniti satu demi satu anak tangga dengan semangat. Cukup membuat kaki terasa pegal, tapi kami tidak menyesal menaikinya karena panorama Pulau Rote yang tersaji dari atas mercusuar benar-benar mengagumkan! Kami pun berpikir untuk kembali lagi bertualang di belahan Timur Indonesia.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”
”
Boleh minta informasi mengenai penyewaan mobil di pulau rote?
Terima kasih
Pulau Rote indah panoramanya dan mohon dijaga kelestarianya..